....SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA....

Kamis, 07 Agustus 2014

Dalam Diam

Semesta berbisik tuk gembalakan jejak jiwaku pada hidupmu. barisan embun, padang ilalang, kuncup perdu, gemericik air telaga, percik api dan setumpuk album kenangan bersampulkan rindu.




Mari rayakan peraduan kita disemai gairah cinta. Bayangmu semburkan ribuan cahaya. terang bulan di atas savana. Aku menjelma rusa, dengan tanduk bercabang bait-bait doa yang kupanjatkan untuku kekasih. Dan senyum bibirmu melambung di angkasa.


Bingkai rasa sejuta makna dalam satu simponi nada. Tatapan kita merentas puisi tanpa jeda. Tatap penuh kenang dan perlambang. Tenang seperti pokok-pokok akasia yang daun-daunnya menyimpan angin dan hujan, tempat bersenandung kicau burung-burung semesta.


Keresahan luruh luntur diculik hembusan angin senja. Kita pun menjeritkan cumbuan tawa. senyap seolah hanya tanda koma saat matahari pamit di penghujung hari. Sajikan malam kita dengan ramai suara membahana sekeliling panggung temaram. Sebuah pekik kagum, bisik-bisikku rinduku untukmu duhai terkasih.


Bulu matamu sebaris ilalang yang terbang. Memenjarakan akalku dalam pijar rasa. melalap tatapan mata, pikiran dan imajinasi. Seperti api unggun di secarik teh hangat bernama puisi.


Hembusan angin di celah jendela membelai lembut jemarimu. peluklah aku sayang... akan aku kunci bayangmu dengan himpitan rindu membara. Diantara tarian rerumputan mengayun lembut di bawah keringat yang harum tubuhmu.


Mars, Venus dan Yupiter memancar riang di antara tatapan kita. Senyum menggantung tepat di atas dagumu, tepat sesaat ketika rangkaian puisi kutuntaskan dengan peluk ciuman malam untukmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar