suatu hal yang menjadi kebutuhan semua orang namun pekerjaan adalah kenyataan pahit yang harus kita lewati.
masih inget ini pernyataan siapa?
ini adalah salah satu statement dari Tremor, editornya BtBW.tapi saya tidak akan mereview BtBW, apalagi mereview Tremor :D,Banyak diantara kawan saya yang menolak keras dengan yang namanya pekerjaan, sebagian dari mereka bilang “fuck system..Lha kalo Cuma bilang kaya gitu saya juga bisa..misalnya tiba-tiba saya berak di toilet wanita..trus ketika ada yang menegur saya,saya dengan amarah yang membara berkata “fuck system” (lebai gak sih ? :D) .hahahmmm... sah-sah saja sih melontarkan pernyataan seperti itu.bebas..
karena memang terkadang system yang ada benar-benar tidak mengenakan bagi sebagian orang, tapi apakah cukup dengan hanya berteriak seperti itu..??kalo memang benci ya dilawan, paling enggak ada sebuah solusi dari suatu peryataan itu tadi.kalo memang pekerjaan kita itu menjenuhkan, ketat dan sebagainya ya kita harus cari cara untuk keluar dari kejenuhan dan ke-ketat-an itu.percayalah selalu ada celah kok, jangan menyerah sebelum kita masuk di dalamnya dan jangan pernah takut, karena ketakutan itu yang membatasi gerak kita sendiri. Contohnya kalau memang kita tidak ingin masuk ke dunia kerja yang dipenuhi dengan system yang ketat itu,ya kita berusaha bekerja sesuai dengan apa yang kita inginkan, atau yang kita bisa atau cari pekerjaan yang lebih santai saja contoh sederhana nya seperti : nyablon,fotographer,pelukis,penulis atau yang sekiranya kita bisa.kalau pun kita ternyata tak punya keahlian apa-apa (sepertinya gak mungkin..) ya kita jualan koran di pinggir jalan yang ramai, atau di perempatan..jangan gengsi!!!yup..itulah penyakit sebenarnya.." gengsi", ada teman saya yang lebih memilih untuk bermalas-malas-an, tiap hari mabuk, malu untuk melakukan sesuatu yang kiranya bisa menghasilkan sedikit uang..yahh, maunya sih uang yang didapat langsung gede..hadeehh -,-" cape deh !!
Beberapa tahun yang lalu paman saya punya rencana untuk membuka kios koran kecil di pinggir jalan, dan dia menyuruh saya untuk menjaganya.namun karena saat itu saya sudah bekerja,maka saya menolaknya.akhirnya saya disuruh tuk mencari orang yang mau menjaga kios nya.lalu saya menawari teman-teman saya yang masih nganggur untuk menjaganya.tapi yahh, kebanyakan dari mereka malu dan fucking gengsi,malah ada yang bilang kenapa gak buka distro aja ? kalo distro teman saya itu tadi mau jaga..hmm... "kalo giliran yang gaul-gaul aja mau" ,kataku dalam hati.lagian saya gak bisa bayangin kalau dia jadi bos distro yang tiap hari-nya dikelilingi cewe-cewe gaul pake celana pensil, poninya lempar samping, kaos band metal dan sepatu polkadot vans (emang ada?), dan nama distro nya "KAMPRET CLOTHING AND DISTRO" yang tiap harinya sepi..tak ada pembeli dan akhirnya rugi.tapi persetan dengan rugi yang penting GAUL COY!!haha..makan tu Budi Handuk!!.
saya bukan berarti memojokkan teman ku yang satu itu.itu hanya contoh saja,memang tak semua orang seperti itu, jadi sebenarnya sebuah pekerjaan itu tergantung kita.bagaimana menyikapi hal itu.maka saya menawarkan ke teman saya yang baru lulus kuliah dan masih menganggur.saya salut dengan teman saya ini,dia anak kepala sekolah salah satu sekolah swasta di kota saya tanpa gengsi-gengsi-an bersedia menerima pekerjaan itu.padahal dia lulusan universitas terkemuka di jakarta.dia menerima menjaga jualan koran di kios itu.katanya "sambil menunggu pekerjaan yang cocok,bagi saya itu better".saya angkat jempol buat dia,walaupun dia anak kepala sekolah dan lahir dari keluarga yang bisa di bilang mampu tapi dia tak mau mengeluh kepada orang tua nya.karena dia berprinsip : Laki-laki itu punya otot dan otak . kalau dibiarkan terus tidak bekerja maka fungsinya akan menurun.dia pernah bilang dengan saya kalau dia punya cita-cita untuk membeli mobil dengan berjualan koran,mendengar perkataanya yang seperti itu,sontak saya tertawa.karena saya berpikir,kalau itu hal yang tak mungkin terjadi.tapi,saya berpikir lagi,ada istilah yang mengatakan " nothing inpossible in this world " .lalu setelah itu saya mengamini saja.seiring dengan berjalannya waktu,dengan ketekunan dan keuletannya dia dipercaya untuk memanage usaha itu sendiri dan ternyata itu terbukti akhirnya sekarang berkembang menjadi besar dan sudah membuka cabang baru dan tak lama lagi dia mungkin dapat membeli mobil dan membuktikan perkataannya itu pada saya.hasil dari kemauan keras nya untuk bekerja tanpa gengsi tadi !! Memang pekerjaan itu sebuah kenyataan pahit tapi seharusnya kita yang sudah dewasa ini mampu d mengakali kepahitan tadi menjadi kemanisan..kalo masalah gimana caranya ya jangan tanya saya..tanya ke Mbah dukun sana.. hehe,lagian namanya juga hidup pasti ada pahit dan manis kan? masa mau manis trus ya gak mungkin cuy..bekerjalah kawan..sekecil apapun pekerjaan itu dan sekecil apapun hasil dari pekerjaan itu, karena semua awalnya kan kecil berkembang dan besar..jangan gengsi dan tetap SEMANGAT!!!
Best Regard : Sepri Aritonang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar