Dipelataran Kampus ini ku berjalan
Hanya sendiri
Tak ada hasrat perjuangan yang dulu selalu di dengungkan
Tak ada lagi agen-agen perubahan yang kalian harapkan
Persetan dengan semua ini !
Jauh sudah perjalanan ini
Lama sudah merajut impian untuk satu tujuan
Dulu kita bersama-sama pernah bermimpi kesana
Ketempat yang menjadi tujuan utama kita
Namun kini
Senja hampir tiba
Tetapi
langkahku semakin samar
Apa yang harus ku lakukan?
Menyapa...
Seperti pada orang asing.
Berbicara...Seperti pada tembok bisu.
Berkeluh...
Seperti pada angin.
Berharap...Seperti pada rumput yang bergoyang.
Hanya sekedarnya & seperlunya,
Hanya diam...Diam..Diam..
Hanya berhembus
Lalu Dibungkam
Ingin ku bicara
Namun Hei
Cukup jangan diteruskan
Atau nanti kau akan masuk kedalam bui !
Kita sudah tak sepaham lagi.
Kita sudah tak sejalan lagi
Tidak saling bersinergis
Kau punya cara mu !
Aku juga punya caraku !
Kau ingin membuktikan siapa yang terhebat ?
Namun aku tertunduk lesu tak menjawab
Seharusnya kita saling membahu menuju tujuan utama kita
Aku hanya penyambung lidah
Namun kenapa tak kalian dengar ?!
Atau sekalian saja kita bubarkan ini semua
Kalian menyuruhku untuk bergerak !
Aku ingin bergerak malah kalian ganjal kakiku !
Aturan yang kalian buat
Begitu memberatkan ku
Ingin ku memprotes semuanya ini..
Lagi-lagi…
Stt… diam kau anak muda
Terbungkam..
Lalu mau kalian apa ?
Lelah sudah saya harus memperdebatkan dengan semua ini.
Terlalu banyak kemunafikan yang kalian perankan
Topeng yang kau pakai atas nama kemajuan
Malah meruntuhkan semangat pionir-pionir yang kalian punya
Tetapi suara mereka justru tertahan di mulut.
Kalian lihat mereka !
Wajah-wajah optimis yang Kau patahkan semangatnya
Tertunduk lesu sembari berkata
“aku tak mampu untuk maju lebih dari ini”
Diam...
Akhirnya menjadi keputusan diri.
Diam...
Tapi bukan berhenti.
Hanya...
Tak lagi mengeluh, tak lagi menanti & tak lagi berharap.
Tapi Tunggu dulu
Masih ada secerca harapan yang akan menyilaukan
Aku yakin mereka bukan pecundang
yang merengek seperti bayi yang minta dibelikan balon
tetapi,Mereka terlahir menjadi ksatria perubahan
mengumpulkan sisa-sisa tenaga
Menanti waktunya tiba
Lalu Bummmm…
Membungkam mulutmu yang tertawa lebar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar